<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>HOTNEWS &#187; hotstory</title>
	<atom:link href="http://hotnews.blogonsite.com/category/hotstory/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hotnews.blogonsite.com</link>
	<description>Berita hangat-hangat kuku, banyak tipsnya kok</description>
	<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 14:05:45 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>GERIMIS KETIGA</title>
		<link>http://hotnews.blogonsite.com/hotstory/gerimis-ketiga/</link>
		<comments>http://hotnews.blogonsite.com/hotstory/gerimis-ketiga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 21:16:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hotnews</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[cerpen keren]]></category>

		<category><![CDATA[hotstory]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hotnews.blogonsite.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Seseorang tiba-tiba menepuk pundakku pelan. “Mari kita pulang. Biarkan dia istirahat dengan tenang”. Aku menoleh, lalu mengangguk. “Bukan hanya kamu yang merasa kehilangan. Tapi, sudahlah. Dia telah memilih jalannya sendiri,” ujar ayah Alana sambil tetap memegangi pundakku.  Aku berdiri, kemudian mengiringinya meninggalkan pekuburan tempat Alana baru saja ditanam. Belum genap lima meter berjalan memunggungi kuburan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://hotnews.blogonsite.com/wp-content/uploads/2008/11/menangis.jpg" alt="" width="320" height="236" />Seseorang tiba-tiba menepuk pundakku pelan. “Mari kita pulang. Biarkan dia istirahat dengan tenang”. Aku menoleh, lalu mengangguk. “Bukan hanya kamu yang merasa kehilangan. Tapi, sudahlah. Dia telah memilih jalannya sendiri,” ujar ayah Alana sambil tetap memegangi pundakku.  Aku berdiri, kemudian mengiringinya meninggalkan pekuburan tempat Alana baru saja ditanam. Belum genap lima meter berjalan memunggungi kuburan, aku sudah diburu rindu. Kusempatkan lagi menengok gundukan tanah basah tempatnya menjalani tidur panjang tanpa mimpi. Tiba-tiba saja aroma kamboja meruap.  Lembut.  Dalam sedetik seluruh pekuburan menjelma putih kapas. Aku tergeragap.  Ah, malaikat memang tak pernah mau hadir terlambat. Ia selalu datang dan beruluk salam pada penghuni baru, tepat setelah langkah ketujuh pelayat terakhir meninggalkan makam&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Daun-daun akasia yang berwarna kuning banyak berjatuhan. Ia seolah mengabarkan kelelahan bertahan menghadapi kemarau yang membakar dan tak putus-putus. Senja ini aku duduk sendiri di bangku taman akasia. Satu demi satu kubuka tiap lembar halaman buku harian Alana. “Sebelum masuk rumah sakit jiwa Alana tak sekecap pun mau berbicara. Dia hanya menulis. Rupanya ada banyak hal yang ingin disampaikannya kepadamu. Ambillah! Kamu lebih berhak untuk menyimpannya,” ujar mama Alana ketika aku mampir ke rumahnya seusai pemakaman.</p>
<p>Membaca buku harian Alana membuat kesedihan tumpah ruah.</p>
<p>7 Desember 2004 (malam jahanam)Tuhaaaaan!!!!!!  Takdir macam apa ini????? KAU biarkan bajingan bajingan itu mengobrak-abrik kehormatanku,  menindas kemanusiaanku.  Apa salahku????? Bukankah KAU yang berkehendak menjadikanku perempuan???? Kenapa KAU relakan orang-orang itu melecehkan martabat yang sudah kujunjung tinggi-tinggi???? Aku benci KAU Tuhan.  Aku benci Tuhan yang telah membiarkanku diperkosa.</p>
<p>30 Desember 2004Lihat,  lihatlah&#8230;aku mual-mual tanpa ampun. Jangan&#8230;J angan sampai aku hamil oleh benih para jahanam itu. Tolong Tuhan, sekali ini saja dengar dan kabulkan permintaanku!</p>
<p>31 Desember 2004Fucking Pregnant&#8230;!!!!!!!!!!</p>
<p>1 Januari 2005 Resolusi awal tahun: Bunuh Diri</p>
<p>7 Januari 2005 Menatap mata teduhmu sore tadi membuatku luluh lantak. Mengingat caramu merayuku berbicara seperti menahan rasa perih sebab tertikam tepat di ulu hati. Aku mencintaimu. Sebab itu kalimatku tak pernah sampai. Aku tak pernah tega mengabarimu yang sebenarnya. Aku ingin kau membenciku. Karena itu bisa mengeruk perasaan bersalahku yang bergunung-gunung kepadamu. Aku ingin kau membenciku, seperti aku membenci takdir yang berjalan buruk.</p>
<p>8 Januari 2005 Aku masih mencintai gerimis, dan membenci badai.</p>
<p>13 Januari 2005 Virginia Wolf membunuh dirinya sendiri dengan mencebur ke dalam sungai. Hitler tewas setelah menembak kepala sendiri di lubang persembunyiannya. Cak Sakib tetangga sebelah rumah mati dikeroyok massa karena dituduh dukun santet. Ustadz Rojil mengembuskan penghujung nafasnya saat sujud salat di musala rumahnya. Adakah bedanya bagiku? Tidak ada! Kematian sesungguhnya peristiwa biasa. Kecuali ia menimpa orang-orang dekat kita.</p>
<p>18 Januari 2005 Janin dalam rahimku tumbuh bersama kebencianku pada hidup.</p>
<p>21 April 2005 (Saat aku ragu apa gunanya menjadi perempuan) Ini hari kartini. Sudah seminggu aku tergolek di rumah sakit, Mama memergoki dan menggagalkan usahaku bunuh diri. Aku tetap hidup, tapi janinku mati.</p>
<p>18 Agustus 2005 Lucu. orang-orang menganggapku mulai gila. Padahal, sungguh aku tidak apa-apa. Aku hanya muak pada garis dunia yang tidak berpihak kepadaku.</p>
<p>19 Maret 2007 Dear Ma.Li.K. Tiba-tiba aku kangen kamu. Aku ingin menangis tapi tak bisa. Mungkin juga sudah tak perlu. Aku ingin kita bertemu di taman yang dulu, tapi tak bisa. Mungkin juga sudah tak perlu. Tahukah kau betapa sakitnya terpuruk pada keinginan yang tak sampai. Aku mencintaimu lebih dari sekedar yang bisa aku lakukan. Alana.</p>
<p>21 Mei 2008 Hari ini aku masuk rumah sakit jiwa. Bukankah itu artinya aku sudah benar-benar gila??!!! Hahahahaha. Sungguh aneh orang-orang itu. Kamu percaya bahwa aku tidak gila kan?</p>
<p>28 Oktober 2008 Bisa jadi cinta memang buta, tapi kita tidak. Aku ingin memilihmu menjadi pengantinku di surga nanti. Kamu mau?</p>
<p>1 November 2008 Hari ini aku ulang tahun. Sejak pagi tadi aku sudah mandi. Perawat rumah sakit memujiku cantik. Iya, aku memang sengaja berdandan paling cantik hari ini. Bukan untuk meniup lilin ulang tahun, tapi untuk pulang menuju Tuhan. Dua hari lalu aku sudah berhasil mendapatkan arsenik yang kupesan pada tukang es cendol yang biasa mangkal di luar zaal rumah sakit jiwa. Aku yakin racun itu akan menjadi menara Babel yang undakannya bisa mengantarku ke surga. Dunia, selamat tinggal.</p>
<p>Kututup buku harian Alana. Kurapalkan doa buatnya. Lalu, kutinggalkan bangku taman akasia bersama gerimis yang tiba-tiba datang bersama semerbak kamboja.</p>
<p>Selamat sore Alana&#8230;.</p>
<p>( KASIH KOMENTAR DONG&#8230; BIAR SEMANGAT NULIS LAGI..)</p>
<p><a href="http://hotnews.blogonsite.com/hotstory/gerimis/"><br />
</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hotnews.blogonsite.com/hotstory/gerimis-ketiga/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>GERIMIS</title>
		<link>http://hotnews.blogonsite.com/hotstory/gerimis/</link>
		<comments>http://hotnews.blogonsite.com/hotstory/gerimis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2008 20:49:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hotnews</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[cerpen keren]]></category>

		<category><![CDATA[hotstory]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hotnews.blogonsite.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Dia diam. Hanya badannya yang bersandar di tembok sesekali terguncang pelan. Ada danau menggenangi matanya. Ya, dia menangis diam-diam.
Sudah hampir dua jam aku merayunya berbicara. Namun, seberapa kalimat yang meluncur dari bibirku, selama itu pula ia memilih tak berbicara.
jujur aku bingung. Bibir mungilnya yag terbiasa ramai oleh bunyi kini terbungkam rapat tanpa suara. &#8220;Berceritalah..!&#8221; pintaku. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hotnews.blogonsite.com/wp-content/uploads/2008/11/menangis.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-13" title="menangis" src="http://hotnews.blogonsite.com/wp-content/uploads/2008/11/menangis-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Dia diam. Hanya badannya yang bersandar di tembok sesekali terguncang pelan. Ada danau menggenangi matanya. Ya, dia menangis diam-diam.<br />
Sudah hampir dua jam aku merayunya berbicara. Namun, seberapa kalimat yang meluncur dari bibirku, selama itu pula ia memilih tak berbicara.<br />
jujur aku bingung. Bibir mungilnya yag terbiasa ramai oleh bunyi kini terbungkam rapat tanpa suara. &#8220;Berceritalah..!&#8221; pintaku. Tetap tak tersahuti.<br />
&#8220;Katakan di pucuk pohon mana kau menginginkan kita bercinta?&#8221; tanyaku menggodanya.<br />
Mendengar kalimat itu, sebentar matanya menantang mataku. tapi, hanya sebentar. Kami memang tak pernah benar-benar berani bercinta.  setumpuk  firman  dalam kitab suci masih cukup untuk menakut-nakuti  kami berdua bila melakukannya. Sederet  nilai  seolah menjadi jangkar  yang memberati pikiran untuk meyakini bahwa hal kayak gitu <em>mah</em> biasa.. Bercinta di atas pohon tertinggi adalah imajinasi terliar yang pernah kami obrolkan. Hahaha, sungguh diskusi dua orang penakut.<br />
Dia masih saja diam.<br />
Sementara di luar, gerimis mulai turun. Sesekali tempias airnya masuk melewati lubang jendela kamarku yang tak tertutup rapat.<br />
Kulirik jam dinding, sudah pukul 17.13 WIB.  Beberapa jam sudah berlalu sejak ia datang dalam diam. Aku sudah mulai kelelahan merayunya berbicara. Aku pun sudah hampir kehilangan kalimat-kalimatku sendiri. Aku mulai…<br />
tiba-tiba saja dia berbicara &#8220;Aku hamil…tidak denganmu. tapi orang lain&#8221;<br />
di luar masih saja gerimis.. <a href="http://hotnews.blogonsite.com/hotstory/gerimis-kedua/">(sambungannya di sini)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hotnews.blogonsite.com/hotstory/gerimis/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>GERIMIS KEDUA</title>
		<link>http://hotnews.blogonsite.com/hotstory/gerimis-kedua/</link>
		<comments>http://hotnews.blogonsite.com/hotstory/gerimis-kedua/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2008 20:48:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hotnews</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[cerpen keren]]></category>

		<category><![CDATA[hotstory]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hotnews.blogonsite.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah pesan singkat tiba2 muncul dalam inbox HP-ku.
“Kutunggu di taman yang dulu, jam lima sore ini. Salam. Alana”
Aku masih tak percaya. Kuulangi sekali lagi membacanya.
Masih sama. Tak ada satu pun huruf yang berubah. Tanpa bermaksud merendahkan
kemampuan teknologi aku mencoba mengamankan perasaanku dengan berusaha tak
percaya.
Bagaimana mungkin Alana tiba-tiba muncul lagi dalam
kehidupanku. Telah delapan tahun aku mencoba [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><a href="http://hotnews.blogonsite.com/wp-content/uploads/2008/11/mengetik.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-10" title="mengetik" src="http://hotnews.blogonsite.com/wp-content/uploads/2008/11/mengetik-300x198.jpg" alt="" width="300" height="198" /></a>Sebuah pesan singkat tiba2 muncul dalam inbox HP-ku.</p>
<p><em>“Kutunggu di taman yang dulu, jam </em><em>lima</em><em> sore ini. Salam. Alana”</em></p>
<p class="MsoNormal">Aku masih tak percaya. Kuulangi sekali lagi membacanya.<br />
Masih sama. Tak ada satu pun huruf yang berubah. Tanpa bermaksud merendahkan<br />
kemampuan teknologi aku mencoba mengamankan perasaanku dengan berusaha tak<br />
percaya.</p>
<p class="MsoNormal">Bagaimana mungkin Alana tiba-tiba muncul lagi dalam<br />
kehidupanku. Telah delapan tahun aku mencoba mengubur segala ingatan<br />
tentangnya. <em>Let the dead is dead</em>. Yang mati biarlah mati.</p>
<p class="MsoNormal">Aku berusaha kembali menekuri pekerjaanku yang nyaris<br />
terancam deadline. Tinggal satu halaman saja, maka aku bisa menyetorkannya pada<br />
redaktur sore ini juga. Tak terlampau susah buatku untuk menyelesaikannya.<br />
Semua sudah ada di kepala.</p>
<p class="MsoNormal">Sedetik, dua detik, semenit, merambat satu jam. Tanganku<br />
tiba-tiba terasa tak bisa bergerak. Dua puluh enam simbol alphabet ditambah 10<br />
angka dan ikon-ikon lain dalam tuts keyboardku seolah hilang arti. Bahkan<br />
tiba-tiba 17 inch layar monitor di depanku langsung menjelma dirinya. A L A N<br />
A…</p>
<p class="MsoNormal">Ah, pesan yang dikirimnya sore ini tak kusadar telah mendera<br />
batin. Ingatan kembali tentangnya kurasa bagai pukulan emosional yang nyaris<br />
tak terlawan. Mungkin seperti ini rasanya ketika Superman bertemu hijau batu<br />
krypton?</p>
<p class="MsoNormal"><em>Arrgghh</em>…mengapa<br />
aku masih saja seperti ini.</p>
<p class="MsoNormal">Alana adalah kosong. Nama dan bayangannya telah kubunuh<br />
bertahun-tahun lalu.</p>
<p class="MsoNormal">Aku memang telah memaafkan segala pengkhianatannya. Walau<br />
sangat berat aku berusaha menaruh egoku di koordinat terbawah waktu itu. Ia<br />
hamil dengan orang lain. Ia tak pernah mau pernah mau bercerita siapa lelaki<br />
itu. Bahkan, sampai akhirnya ia pergi menghilang aku tetap tak mampu marah.</p>
<p class="MsoNormal">Pergilah dengan semua cinta yang kau punya. Biarkan aku<br />
berjalan semampunya dengan mengumpulkan sisa-sisa patahannya. Getirku sudah<br />
lenyap. Sebab, kegetiran yang bertumpuk-tumpuk tak akan terasa lagi sebagai<br />
kegetiran. Ia hanya akan menjadi rasa yang biasa.</p>
<p>Sudah jam lima lebih lima menit. Jika harus datang<br />
menemui Alana sore ini aku telah terlambat. Aku tak peduli. Ruang dan waktu hanyalah<br />
buatan manusia. Sementara rasaku adalah adikarya Tuhan yang bahkan tak<br />
diberikan-Nya kepada malaikat sekalipun.</p>
<p>Tak sampai sepuluh menit aku telah tiba di taman. Taman akasia tempat kami dulu sering menghabiskan hari. Aku berjalan menuju bangku kosong<br />
di bawah pohon akasia terbesar di pojok kiri taman. Tempat duduk favorit kami.<br />
Aku duduk sendirian. Alana belum datang.</p>
<p class="MsoNormal">Alana bukan lagi kosong. Sore ini ia berubah wujud menjadi<br />
teka-teki silang buatku. Pertanyaan demi pertanyaan muncul tanpa jawaban. Apa<br />
kabarnya? Apakah yang diinginkannya dariku sore ini? Masih kah wajahnya yang<br />
tirus membius itu mampu memompa adrenalinku? Entahlah…</p>
<p class="MsoNormal">Sedetik, dua detik, semenit merambat satu jam. Alana belum<br />
juga datang.</p>
<p class="MsoNormal">satu jam, dua jam, tiga jam. Alana belum juga hadir<br />
melegakan penantianku.</p>
<p>Gerimis mulai turun menemani malam yang semakin menua. Sudah<br />
lima jam aku menunggu di bangku<br />
taman ini. Sendiri.</p>
<p class="MsoNormal">Akhirnya aku berdiri. Berjalan menerobos gerimis.<br />
Meninggalkan kosong, menuju pasti.</p>
<p class="MsoNormal">Walau malam gerimis…</p>
<p class="MsoNormal">(MAU SAMBUNGANNYA? KASIH KOMENTAR DULU DONG..)</p>
<p class="MsoNormal">lanjutannya ada di web ini kok, kalo teliti pasti ketemu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hotnews.blogonsite.com/hotstory/gerimis-kedua/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PENDIRI FACEBOOK, Mark Zuckerberg</title>
		<link>http://hotnews.blogonsite.com/hotstory/pendiri-facebook/pendiri-facebook-mark-zuckerberg/</link>
		<comments>http://hotnews.blogonsite.com/hotstory/pendiri-facebook/pendiri-facebook-mark-zuckerberg/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2008 09:46:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hotnews</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[pendiri FACEBOOK]]></category>

		<category><![CDATA[facebook]]></category>

		<category><![CDATA[mark zuckerberg]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hotnews.blogonsite.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang bukan jamannnya FRIENDSTER apalagi Mailinglist. Ada orang muda berumur 23 tahun menjadi trilyuner berkat internetan.Kekayaannya sekarang mencapai $ 1, 5 Billion atau sekitar Rp 13,95 triliun, atau Rp. 13.950.000.000.000,00 atau kalo dibeliin es cendol bisa buat berlayar hehehe. Berkat hobinya internetan dia menelorkan ide kreatif nya dengan membuat situs Facebook yaitu social-networking semacam Friendster. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://hotnews.blogonsite.com/wp-content/uploads/2008/11/mark-zuckerbergprobesar.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4" title="mark-zuckerbergprobesar" src="http://hotnews.blogonsite.com/wp-content/uploads/2008/11/mark-zuckerbergprobesar-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Sekarang bukan jamannnya FRIENDSTER apalagi Mailinglist. Ada orang muda berumur 23 tahun menjadi trilyuner berkat internetan.Kekayaannya sekarang mencapai $ 1, 5 Billion atau sekitar Rp 13,95 triliun, atau Rp. 13.950.000.000.000,00 atau kalo dibeliin es cendol bisa buat berlayar hehehe. Berkat hobinya internetan dia menelorkan ide kreatif nya dengan membuat situs Facebook yaitu social-networking semacam Friendster. Heran juga sih ketika kita yang udah punya domain dot com tapi masih berkutat di google adsense sementara banyak banget ide2 kreatif yang bisa di gali untuk meningkatkan pendapatan. Yang lebih mengagumkan adalah Facebook mulai dirintis tahun 2004 jadi gak terlalu lama untuk berkembang sedemikian dahsyatnya. Jadi bagi kita kayaknya belum ketinggalan banget untuk memulai sebuah dot com yang prospeknya cerah itu. Nama Anak muda itu adalah Mark Zuckerberg. Adapaun perkembangan riwayat Facebook hingga mencapai 60 juta pengguna aktif diawali dari kreatifitas Mark Zuckerberg saat kuliah di Harvard. Berikut rangkuman perjalanan lahirnya Facebook hingga sekarang</p>
<p style="text-align: justify;">-Mark Elliot Zuckerberg atau Mark Zuckerberg lahir lahir pada 14 Mei 1984 di Dobbs Ferry, Westchester County, New York, Amerika Serikat (AS)</p>
<p style="text-align: justify;">- Dia suka menyibukkan diri dengan mengutak-atik peralatan elektronik atau program komputer. Pada saat itu, dia bersekolah di Exeter High School, New Hampshire. Di bangku sekolah itulah dia pertama kali berkenalan dengan Adam D’Angelo, yang di kemudian hari menjadi Chief of Technical Officer atau salah satu Direktur Facebook.</p>
<div class="fullpost" style="text-align: justify;">
<p>- Zuckerberg dan D’Angelo pernah membuat piranti lunak pemutar musik MP3 yang mampu mendeteksi perilaku dan kebiasaan mendengarkan musik penggunanya dan pernah mau dibeli oleh Synapse tapi ditolak oleh mereka.</p>
<p>- Zuckerberg lulus dan masuk Harvard University, awalnya membuat program Coursematch yang memungkinkan mahasiswa di kelas yang sama bisa melihat daftar teman-teman sekelas.</p>
<p>- Proyek selanjutnya membuat facemash.com. Ini merupakan situs pemeringkatan foto-foto mahasiswa di Harvard. Para pengunjung bisa memberi stempel “keren” atau “jelek” foto seorang siswa, dan membuat Zuckerberg beken di kampus dan dipanggil oleh Badan Administrasi Universitas Harvard karena dianggap membobol sistem keamanan komputer kampus, melanggar peraturan privasi di internet, dan melanggar hak cipta.</p>
<p>-Karena itu mahasiswa bandel ini malah bikin Facebook dan diluncurkannya pada tahun 2004. Karena kebekenannya itu dalam waktu singkat duapertiga mahasiswa Harvard jadi pengguna Facebook.</p>
<p>- Teman sekamarnya, Dustin Moskovitz dan Chris Hugh, dberhasil mengembangkan sayap ke Universitas Stanford, Columbia, Yale, Ivy College, dan beberapa sekolah lainnya di wilayah Boston. Dalam waktu singkat, mereka meluncurkan Facebook ke 30 sekolah.</p>
<p>- Zuckerberg bersama Moskovitz dan beberapa teman lain pindah ke Palo Alto, California, liburan musim panas 2004 menyewa rumah kecil buat kantor, ceritanya mereka berlibur sambil kerja eh malah keterusan ngerjain facebok, gitu deh kalo dah dapet duit, dan gak balik ke Harvard, putus sekolah meninggalkan kuliah.</p>
<p>-Di kantornya itulah Zuckerberg bertemu Peter Thiel, pendiri Paypal, yang ngasih dana segar sebesar US$ 500.000 ,merupakan investor pertama mereka, sesama programmer saling membantu kali, sehingga mereka bisa pindah ke kantor yang lebih besar di di Universitas Avenue yang dinamai sebagai kantor “Kampus Urban”</p>
<p>- pada September 2004, Divya Narendra, Cameron Winklevoss, dan Tyler Winklevoss, pemilik situs jejaring sosial HarvardConnection menggugat Facebook. Mereka menuding Zuckerberg telah memakai kode program yang sudah disiapkan untuk situs yang kemudian bernama Uconnect itu, secara ilegal.</p>
<p>- di akhir 2004, pengguna Facebook telah melampaui angka satu juta</p>
<p>- Pada Mei 2005, dia menggandeng Accel Partners. Accel mengucurkan dana US$ 12,8 juta untuk Facebook.</p>
<p>- pada 23 Agustus 2005 Zuckerberg membeli domain facebook.com dari Aboutface Corporation senilai US$ 200.000 atau sekitar Rp 1,86 miliar. Setelah itu, dia membenahi situs Facebook agar profil halamannya lebih bersahabat.</p>
<p>- Pada 2 September 2005, Zuckerberg meluncurkan situs Facebook khusus untuk anak-anak sekolah menengah atas. Hanya dalam waktu 15 hari sejak peluncurannya, sebagian besar sekolah di AS sudah menjadi anggotanya.</p>
<p>- pada akhir tahun 2005, Facebook telah mencakup sekitar 2.000 kampus dan 25.000 sekolah menengah atas di AS, Kanada, Inggris, Meksiko, Puerto Riko, Australia, Selandia Baru, dan Irlandia.</p>
<p>- Pada 27 Februari 2006, dia mulai mengizinkan para mahasiswa yang menjadi pengguna situs ini untuk menambahkan siswa-siswa SMA sebagai temannya. Bayangin aja gimana gak tambah rame nih situs</p>
<p>- BusinessWeek, melansir kabar bahwa Zuckerberg tengah bernegosiasi dengan calon pembeli potensial Facebook. Tapi, akhirnya, dia menolak tawaran yang disebut-sebut bernilai US$ 750 juta atau sekitar Rp 6,97 triliun. Pasalnya, Zuckerberg menganggap harga itu terlalu murah. Saat itu, dia memperkirakan nilai Facebook US$ 2 miliar.</p>
<p>- Pada April 2006, investor pertama situs ini, yaitu Peter Thiel, Greylock Partners, dan Meritech Capital Partners, menambah investasi di Facebook dengan menyetorkan dana US$ 25 juta. Facebook pun masuk ke India melalui Institut Teknologi India dan Institut Manajemen India. Dua bulan berselang, Facebook terpaksa mengeluarkan duit US$ 100.000 untuk menyelesaikan masalah hak cipta dengan quizsender.com.</p>
<p>- Pada Juli 2006, Facebook memperkenalkan layanan baru yang bisa memberikan pendapatan tambahan bagi perusahaan. Dengan menggandeng raksasa komputer, Apple Inc., mereka bekerja sama mempromosikan iTunes. Setiap pekan, iTunes bakal mengirimkan 25 contoh lagu secara gratis kepada pengguna Facebook yang menjadi anggota Apple Student Group.</p>
<p>- pada pertengahan 2006, situs ini sudah merambah Eropa dan Timur Tengah</p>
<p>- Facebook Notes. Fitur baru ini merupakan fitur blogging yang memungkinkan pengguna memberikan tagging, memasukkan gambar, dan fitur-fitur lainnya. Selain itu, pengguna bisa mengimpor blog dari situs Xanga, LiveJournal, Blogger, dan situs blogging lainnya. Berkat fitur baru tersebut, pembaca bisa memberikan komentar terhadap tulisan yang dimuat pengguna Facebook.</p>
<p>- September 2006, Zuckerberg membuka layanan Facebook bagi semua pengguna internet. Namun, langkah ini justru menuai protes dari para pengguna dan pelanggan setianya. Alhasil, dua minggu berselang Facebook terpaksa membenahi layanan baru itu dengan membuka pendaftaran bagi pengguna internet yang mempunyai alamat surat atau e-mail yang jelas.</p>
<p>- Yahoo! mengajukan tawaran akuisisi senilai US$ 1 miliar. Namun, belakangan rencana itu batal terealisasi karena kinerja keuangan Yahoo! di penghujung 2006 anjlok.</p>
<p>- Peter Thiel, memprediksi pendapatan situs ini pada 2015 nanti bisa mencapai US$ 1 miliar. Nah, pada saat itu, nilai perusahaan pun bakal ikut meroket menjadi sekitar US$ 8 miliar.</p>
<p>-iklan baris gratis di Facebook. Fitur yang diberi nama Facebook Marketplace ini diluncurkan pada 14 Mei 2007. Layanan baru ini pun langsung menjadi pesaing perusahaan-perusahaan online lain. Craigslist yang sudah lebih dulu menempatkan iklan baris di situsnya. Bisnis Zuckerberg pun kian mengalir lancar. Bahkan, Apple rela memperpanjang kerja sama dengan Facebook untuk memajang contoh musik iTunes</p>
<p>- Facebook membeli perusahaan Parakey Inc., dari Blake Ross dan Joe Hewitt, pada Juli 2007. Parakey adalah produsen aplikasi komputer yang mempermudah transfer data berupa tulisan, gambar, dan video ke sebuah situs di internet.</p>
<p>- Gideon Yu, mantan Direktur Keuangan You Tube, menjadi Direktur Keuangan Facebook.</p>
<p>- Bill Gates, pada Oktober 2007 membeli 1,6% saham Facebook seharga US$ 240 juta. Pasalnya, Zuckerberg tidak berniat menjual semua saham Facebook sekaligus. Alasannya sederhana dan sungguh mulia, dia ingin Facebook tetap independen.</p>
<p>- Pada 7 November 2007, situs ini meluncurkan layanan terbaru berupa pemasangan iklan dengan sistem yang disebut Facebook Beacon.</p>
<p>- triliuner Hongkong, Li Ka-shing, tertarik untuk menanamkan duit senilai US$ 60 juta di Facebook pada 30 November 2007.</p>
<p>- sekitar 60 juta pengguna aktif pada akhir tahun lalu. Jumlah pegawainya sendiri telah mencapai 400 orang. Namun, Facebook adalah perusahaan unik. para eksekutif dan petingginya masih berusia muda, antara 24 tahun-37 tahun.</p>
<p>- Markas besar Facebook lebih mirip asrama mahasiswa.Para pegawai, yang setiap hari mendapat jatah makan gratis, bekerja sambil melakukan kegiatan favoritnya. Ada yang bermain gitar, bersepeda, main pesawat kontrol, atau bergoyang ditemani musik racikan seorang disc jockey (DJ). Mereka juga tak perlu berpakaian rapi. Celana pendek dan sandal jepit adalah kostum favorit mereka di kantor. Zuckerberg mengaku ogah suasana kantor yang terlalu formal.</p>
<p>- Meski sudah mampu menghimpun harta kekayaan hingga US$ 3 miliar atau sekitar Rp 27,9 triliun Zuckerberg tetap tampil apa adanya, seperti pemuda kebanyakan yang menggemari pakaian santai. Dia juga masih tinggal di apartemen tipe studio dengan perabotan seadanya: selembar kasur yang diletakkan begitu saja di atas lantai dan dua buah kursi.</p>
<p>- para analis memperkirakan nilai perusahaan Facebook sudah melonjak jadi US$ 15 miliar. Zuckerberg belum tertarik menjual sahamnya di lantai bursa</p></div>
<p style="text-align: justify;">(foto dan rangkuman dari Forbes.com)</p>
<p style="text-align: justify;">Mulailah seperti si Mark, <a href="http://syariahbisnis.com">gabung di sini, klik disini untuk mempelajari bisnis online yang mudah..</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hotnews.blogonsite.com/hotstory/pendiri-facebook/pendiri-facebook-mark-zuckerberg/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
